
Pendapatan Akong Oeij Hok Swie (黄福水) hanya sekitar Rp20.000–Rp25.000 setiap 2–3 hari sekali. Dari uang sekecil itu, Akong harus mencukupi makan bertiga, membayar kontrakan, sekaligus berusaha menyekolahkan anaknya yang sebentar lagi masuk SMP. Di usia 73 tahun, ia berjuang lebih keras mengayuh sepeda tua sejauh 5 kilometer setiap hari untuk memulung barang bekas.
Setiap subuh hingga sore, Akong berkeliling mencari barang bekas yang kemudian dijual ke pengepul. Pekerjaan berat itu tetap ia jalani meski tubuhnya semakin renta. Tak jarang beliau hampir pingsan karena menahan lapar. Bahkan, pernah suatu hari ia dikira mencuri saat sedang mengambil barang bekas.

Akong tinggal bersama istri dan anaknya di rumah kontrakan sederhana berukuran 3 x 6 meter yang kondisinya jauh dari layak. Setiap bulan mereka harus membayar sewa Rp350.000. Sedikit demi sedikit hasil memulung disisihkan untuk membayar kontrakan. Namun karena penghasilannya sangat kecil, Akong bahkan pernah menunggak sewa hingga 11 bulan.
Kehidupan mereka pun serba kekurangan. Saat tak memiliki uang, Akong terpaksa berutang di warung sekitar agar anaknya tetap bisa makan. Jika tak ada lauk, mereka hanya makan nasi putih. Di hari-hari yang paling sulit, Akong dan keluarganya bahkan memetik daun-daunan di pinggir jalan untuk mengganjal perut.

Meski hidup dalam keterbatasan, Akong dan istrinya tidak menyerah. Sang istri ikut memulung dari sore hingga malam demi menambah penghasilan keluarga. Semua perjuangan itu mereka lakukan demi satu harapan sederhana, agar anak mereka bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMP.
Namun hari ini, harapan itu terancam. Jangankan menyiapkan biaya pendaftaran masuk SMP, membeli seragam dan buku saja mereka belum mampu. Bahkan untuk makan esok hari pun, Akong masih harus mengandalkan hasil memulung yang tak menentu.

#OrangBaik, hari ini kita bisa menjadi harapan bagi Akong Oeij Hok Swie dan keluarganya. Bantuan yang dititipkan akan membantu memenuhi kebutuhan pangan, membayar kontrakan, serta membantu anak Akong tetap bisa melanjutkan sekolah.
Mari bantu Akong menjalani masa tuanya dengan lebih tenang, tanpa harus terus memikul beban hidup seorang diri dengan klik tombol “DONASI SEKARANG”.