
Oey hermawan (56) tahun. Ia hidup di rumah yang sangat jauh dari kata layak.Ia tinggal seorang diri tanpa istri dan juga anak. Atap rumahnya sering bocor bahkan jika hujan deras bisa sampai banjir. Akong hanya bisa berteduh di karpet yang menjadi alas untuk tidur.

Kondisi Akong semakin memprihatinkan, sudah 5 tahun terakhir ini Akong mengalami sakit stroke, Akong tidak melakukan pengobatan karena tidak ada uang dan hanya berpasrah kepada Tuhan. Setiap hari Akong berjalan dengan menggunakan bantuan krek.

Sehari- hari ia berjualan roti yang ia pinjam dari warung kemudian ia jual di sepanjang jalan. Akong tidak berani jauh-jauh karena buat jalan saja susah namun Akong harus terus berjuang. Biasanya Akong berjualan dari pukul 8 pagi hingga menjelang maghrib. Terkadang pula Akong harus beristirahat karena kakinya terasa sakit. Sesampainya dirumah, Akong hanya bisa mengoleskan kakinya dengan menggunakan minyak.

Dagangan yang dibawa hanya laku 4-5 bungkus kadang pula tak laku sama sekali. Akong hanya mengambil keuntungan seribu /bungkusnya. Sehingga Akong sering menghutang makan di warung. Namun jika hutang Akong sudah menumpuk, Akong tidak boleh berhutang makan lagi sehingga Akong harus tahan lapar hingga hari berikutnya.
Akong Oey pernah terserempet motor hingga dagangannya rusak dan Akong harus mengganti padahal Akong tak punya uang sama sekali.

Dengan segala kondisi kesulitan dan penyakit yang dideritanya, Akong tetap berpengharapan penuh kepada berkat Tuhan yang selalu ia syukuri setiap harinya. Akong Oey rutin beribadah, karena baginya tidak makan dalam sehari lebih baik dari pada tidak beribadah dalam sehari.
Sahabat #OrangBaik, yuk bantu layakkan hidup Akong Oey dengan cara:
1. Klik tombol “DONASI SEKARANG”
2. Masukkan nominal donasi
3. Pilih metode pembayaran transfer Bank
4. Dapatkan laporan melalui WhatsApp paling lambat 2x24 jam setelah berdonasi.
Terima Kasih Orang Baik!
Donasi dari galang dana ini juga akan digunakan untuk penerima manfaat lansia lainnya di bawah naungan Yayasan Amartha Indotama Bakti Pertiwi.