
Dengan tubuh bungkuk 90 derajat, Mbah Darwen melanjutkan ikhtiarnya dengan berjualan kerupuk keliling. Tanpa kendaraan, tanpa alat bantu jalan. Mbah hanya mengandalkan sebuah ember tua untuk menopang tubuhnya.
Ujian hidup mbah bukan hanya di kondisi tubuh yang kian membungkuk saja. Sejak lahir, Mbah Darwen tidak dapat mendengar dan berbicara. Namun keterbatasan itu tidak membuat api semangatnya untuk menyambung hidup mudah padam.
Setiap pagi sekitar jam delapan, Mbah Darwen mengambil beberapa bungkus kerupuk hasil kulakan dari warung. Satu bungkus kerupuk mbah beli seharga Rp 4 ribu dan dijual kembali Rp 5 ribu. Keuntungan yang mbah dapatkan hanya Rp 1 ribu per bungkus.
Di bawah terik matahari, Mbah Darwen berjalan perlahan menyusuri kampung ke kampung, menempuh jarak sekitar 4 sampai 5 kilometer demi menawarkan kerupuk dagangannya.
Karena kondisi tuli dan bisunya, Mbah Darwen hanya bisa menunjukkan kerupuk dan isyarat sederhana kepada semua orang yang lewat di depan matanya. Sambil tersenyum, mbh berharap ada yang berkenan membeli. Sering kali dari pagi ke sore, tidak ada satu pun kerupuk yang laku sampai beberapa kerupuknya melempem.
Ada satu peristiwa yang sampai detik ini masih membekas di hati Mbah Darwen. Saat mbah sedang beristirahat di pinggir jalan karena kakinya terasa nyeri, ada seorang pria berpura-pura ingin membeli kerupuknya. Pria itu langsung kabur membawa kerupuk mbah tanpa membayar. Namun mbah tidak bisa berteriak meminta tolong. Tidak ada suara yang keluar dari mulutnya.
Begitu berat kehidupan yang dilalui Mbah Darwen. Jika rasa lapar datang saat berjualan, beliau terpaksa memakan kerupuk dagangannya sendiri. Saat kaki dan tangannya terasa nyeri, beliau berkali-kali berhenti beristirahat di pinggir jalan.
Kini Mbah Darwen hanya menumpang tinggal di rumah kakaknya. Tubuhnya kian renta, kesehatannya menurun dan kemampuan berjalan pun semakin terbatas, tetapi mbah tetap berusaha mencari rezeki.
#OrangBaik, maukah membantu meringankan beban hidup Mbah Darwen di usianya yang renta ini? Kamu bisa berdonasi dengan cara:
Tak hanya mendoakan dan berdonasi, saudara-saudara juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang membantu Mbah Darwen.