
Matius 11:28
“Tuhan Yesus yang penuh kasih, Engkau mengundang kami untuk datang kepada-Mu yang memberi kelegaan. Dalam kelemahan ini, aku datang kepada-Mu. Berikanlah ketenangan dan kekuatan untuk melewati masa sulit ini. Aku percaya Engkau adalah penyembuh jiwa dan tubuhku.”

Di usia 73 tahun, Mbah Sariyem masih harus berjalan keliling sambil memikul sekitar 10 kilogram salak demi bisa makan dan bertahan hidup. Padahal kondisi tubuhnya sudah lemah, penglihatannya mulai kabur, dan kakinya sudah tidak kuat berjalan jauh. Belum lama ini Mbah juga baru menjalani operasi payudara, tapi setelah itu ia tetap terpaksa kembali berjualan karena tidak punya pilihan lain.
Sejak suaminya wafat, Mbah tinggal sendirian di rumah kecil yang sangat sederhana. Rumahnya masih beralaskan tanah, berdinding tua, dan hanya memiliki dipan kayu beralaskan tikar untuk tempat tidur.

Setiap pagi, Mbah membawa keranjang tua berisi salak yang dibeli dari juragan seharga Rp20.000 per kilogram lalu dijual kembali seharga Rp25.000. Dari setiap kilogram yang terjual, Mbah hanya mendapat keuntungan sekitar Rp5.000. Meski tubuhnya sakit dan lelah, Mbah tetap berjalan dari kampung ke kampung berharap ada orang yang membeli dagangannya.
Namun jualan Mbah tidak selalu laku. Kadang dari pagi hingga sore, salak yang dibawa masih utuh dan akhirnya membusuk karena terlalu lama tidak terjual. Saat dagangan sepi, Mbah sering pulang tanpa membawa uang sama sekali.

Untuk makan sehari-hari pun Mbah hidup serba kekurangan. Ia masih memasak menggunakan tungku kayu sederhana dan kadang hanya makan nasi dengan lauk seadanya. Bahkan saat benar-benar tidak punya uang, Mbah hanya bisa berharap pada bantuan tetangga yang iba melihat keadaannya.
Walau hidup dalam banyak keterbatasan, Mbah tidak pernah meminta-minta. Ia tetap percaya Tuhan tidak akan meninggalkannya sendirian.

#OrangBaik, mari bersama menjadi perpanjangan tangan kasih Kristus untuk membantu Mbah Sariyem agar bisa hidup lebih layak di usia senjanya. Bantuan yang diberikan akan digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari dan membantu meringankan perjuangan Mbah.
Bantu Mbah Sariyem dengan klik tombol “DONASI SEKARANG”