
TAN SWIE LAN/ ( 陈 水 兰 ), biasa disapa Oma Tan merupakan lansia 80 tahun yang tinggal sendirian di rumah petak ukuran 3x10 meter persegi. Hidup dalam kesepian dan pergumulan yang tidak menemukan titik terang..
Selama hidupnya Oma Tan tidak memiliki anak dan belum pernah menikah. Saudaranya pun juga tidak mengurus Oma Tan di hari tuanya, sahabat oma ialah rasa kesepian.
Namun meski sendiri dan sudah sepuh, oma masih bekerja menerima jasa jahit dengan upah Rp 5.000 sampai Rp 10.000 dan ia membuat sarung bantal dari kain sisa yang didapat dari tetangganya secara gratis. Tangan-tangannya sudah keriput, matanya semakin memburam namun kelihaiannya dalam menjahit tak perlu diragukan.
Oma Tan menjual sarung bantal yang ia jahit seharga Rp 10.000 per lembarnya, setiap hari ia berjalan kaki berkeliling hampir 3 kilometer. Perjalanan itu bukan hal yang mudah. Setiap langkahnya diiringi rasa nyeri yang tak kunjung reda. Membuat berjalan menjadi perjuangan yang menyakitkan.
Keuntungan oma dari berjualan sarung bantal itu hanya Rp 5.000 per lembar. Oma bilang, paling banyak laku 5 lembar, itu menjadi momen yang langka selama oma berjualan!
“Tapi seringnya nggak laku, mbak. Pernah nggak ada yang beli sampai tiga hari sehingga oma hanya makan nasi dengan kecap dan cabai”, ujar Oma Tan.
Kaki oma seringkali terasa kebas dan bengkak . Oma Tan hanya bisa merendam kakinya dengan air panas dan garam kasar untuk mengurangi rasa sakitnya.
Dengan kondisi seperti itu Oma Tan tetap bersyukur masih diberikan kesehatan dan sedikit rezeki untuk makan. Oma percaya, kehidupan sudah diatur oleh Tuhan. Namun hati kecilnya tak bisa berbohong, sedikit saja kehidupan yang layak dapat membuatnya lebih tenang.
#OrangBaik, yuk bantu Oma Tan di usianya yang tak lagi muda bisa terbebas dari pergumulan hidupnya. Kalian bisa berdonasi dengan cara:
Donasi darimu tidak hanya disalurkan untuk Oma Tan. Oma Tan setuju dan memberikan izin ke Yayasan Amartha Indotama Bakti Pertiwi untuk menyalurkan bantuan galang dana ini ke penerima manfaat lainnya dengan kebutuhan serupa.