
“Kehadirat Tian, ampunilah atas segala kesalahan dan mohon jalan keluar yang terang untukku dan istriku..” - Opa Sian Lian.
Opa Xī'ān lián ( 西安莲 ) atau yang juga dikenal sebagai Andi Lumanto berusia 75 tahun masih berjuang mencari nafkah di usia senjanya. Langkahnya tertatih-tatih dan sangat pelan, namun dia memaksakan dirinya untuk tetap mencari nafkah.
Di usia senjanya, sehari-hari Opa Sian Lian berjualan nasi penggol keliling yang dijual seharga Rp 5.000 per bungkus. Opa berjalan dengan bantuan alat jalan, menyusuri gang demi gang, rumah demi rumah untuk menawarkan dagangannya.
“Pembeli nggak melulu ada, pernah laku cuman satu bungkus sudah bersyukur banget..”, ucap Opa dengan lirih sambil menahan nyeri di kakinya.
Meski jualan dengan kondisi fisik yang tidak sekuat waktu muda dulu, namun Opa tidak pernah menyerah. Karena dia sedang berjuang mencari nafkah untuk istrinya dan agar bisa makan di hari itu juga.
Opa Sian dan istrinya tinggal di rumah warisan dari orang tuanya dulu. Jangankan untuk memperbaiki rumahnya yang sudah bocor dan lapuk, untuk bisa makan sehari-hari saja sangatlah pas-pasan. Apa lagi penghasilan Opa dalam satu hari tidaklah pasti.
Dengan segala kondisi kesulitan, Opa dan istrinya tetap berharap penuh kepada berkat Tian yang selalu mereka syukuri setiap hari. #OrangBaik, jika kamu peduli, mari bantu Opa Sian dan istrinya hidup layak dengan cara:
Donasi darimu tidak hanya disalurkan untuk Opa Sian Lian. Beliau setuju dan memberikan izin ke Yayasan Amartha Indotama Bakti Pertiwi untuk menyalurkan bantuan galang dana ini ke penerima manfaat lainnya dengan kebutuhan serupa.