
“Ya Tian, sedikit rezeki saja untuk aku dan istriku hari ini agar kami tidak kelaparan seperti kemarin-kemarin..”
Opa Sian Lian (西安莲), seorang lansia berusia 75 tahun yang mengharapkan nasi ponggol sebagai harapan satu-satunya untuk menyambung hidup. Dengan kondisi langkah tertatih-tatih dan sangat pelan, Opa tetap memaksakan dirinya berkeliling demi selembar, dua lembar rupiah.
Nasi ponggol buatannya dijual seharga Rp 5.000 per bungkus, namun bukannya pulang dalam kondisi seluruh dagangan habis terjual, Opa justru tidak mengantongi 1 perak pun. Padahal Opa jualan sambil menahan rasa nyeri di kakinya.
“Dulu Opa pernah jatuh sampai kakinya cedera. Badan Opa juga terkadang gatal, nggak tau kenapa– karena gatal-gatal ini juga banyak orang yang nggak mau beli dagangan Opa, takut ketularan”, ucap Opa dengan suara lirih.
Di rumah sangat sederhana, Opa tinggal bersama istrinya. Sebenarnya Opa memiliki anak yang tinggal di luar kota, namun kehidupan anaknya pun sama sulitnya sehingga Opa tidak ingin menjadi beban untuk anaknya.
Dengan segala kondisi kesulitan dan tubuh rentanya yang mudah sakit-sakitan, Opa dan istrinya tetap berharap penuh kepada Huang Tian yang selalu memberi mereka berkah setiap hari.
#OrangBaik, maukah kamu membantu Opa Sian hidup layak bersama istrinya? Ganti penderitaan mereka dengan kebahagiaan di hari tuanya dengan cara:
Donasi darimu tidak hanya disalurkan untuk Opa Sian. Opa Sian setuju dan memberikan izin ke Yayasan Amartha Indotama Bakti Pertiwi untuk menyalurkan bantuan galang dana ini ke penerima manfaat lainnya dengan kebutuhan serupa.